Sebagian besar masyarakat kian hari kian sadar akan media sosial bagi pertumbuhan bisnisnya. Ada yg baru nyemplung di online dan langsung kepincut dg online. Ternyata online begitu seksi dan menawan untuk mencari uang. Kenapa gak tau dari dulu, hehehe....
Yang saya lihat, banyak yang kemudian mencari cara untuk terus mengembangkan bisnisnya. Ada yang rutin sharing di facebook, ada yang rajin upload foto di instagram, ada yang gencar bikin toko online, ada yang sering brodchase lewat BBM. Ada yang sibuk dengan channel telegram, ada yang gesit dalam twit-twit di twitter. Bahkan ada yang konsisten untuk terus blasting di email marketing.
Kalo kita perhatikan, kesemua nya ini penting. Tapi gak semuanya ini bisa kita lakukan berbarengan, terlebih utk temen2 yg baru merintis bisnis, menjadi single fighter di bisnisnya. Admin iya. Packing iya. Antar paket iya. Input resi iya. Marketing iya. Keuangan iya. Digital marketing strategist iya. Ngiklan di fb ads iya. Desain iklan iya. Bikin copywriting iya. Dan semua kerjaan semuanya iya.
Derita kita nih para pebisnis pemula. Hahaha. Mau ambil karyawan masih ragu, omset belum tinggi profit belum melejit. It's okay. Tapi ketika serius dg target, maka hire karyawan dan menempatkannya dlm posisi yg siap mendorong bisnis kita lebih kencang melaju, akan terasa mudah.
Nah, dari kesekian banyak channel marketing, baik itu yg bisa berjualan dg soft selling, hard selling bahkan covert selling, semuanya akan saling menopang. Saling support. Saling memperbesar peluang dlm memperbesar leads atau calon customer anda.
Siapa yg bisa menyangka, klo tiba2 amerika kena gempa atau tsunami sebesar aceh, trus kantor fesbuk, google, semuanya hancur tak bersisa. Apa kehidupan anda akan berhenti karena anda gak bisa jualan? Atau tiba2 kantor twitter atau pusat nya telegram mengalami kebangkrutan dan tutup, apa iya kita juga harus ikut bangkrut dan tutup?
Lalu bagaimana solusi nya? Perbanyak channel marketing kita. Agar semuanya saling support, saling backup, saling melindungi dan jadi bantalan ketika satu dan lain hal, yg ada diluar kendali kita terjadi.
Sayapun baru memulai. Melek online di september 2016, membuat sy harus berlari ekstra keras menyusul para mastah yg udh duluan. Izinkan aku berguru padamu mastah-mastah. Fesbuk sudah, telegram baru mulai, instagram belom diisi, twitter baru bkin, email marketing baru join dan sekian banyak PR yg memang harus kita selesaikan.
Yuk kita targetkan, setahun dari skrg, atau maksimal akhir tahun ini, di desember 2017 kita sudah memiliki:
- akun fesbuk dg friendlist penuh 5000 orang dan follower tembus diatas 25ribu
- group fesbuk dg anggota tembus diatas 80ribu member
- telegram dg member diatas 50k orang
- list email tembus diatas 100k email
- instagram dg follower tertarget diatas 100k follower
- toko online, yg punya customer dengan database lebih dari 100k pelanggan
Ketika kita memang memiliki banyak channel marketing, akan ada banyak hal yg bisa kita lakukan demi mendongkrak bisnis kita. Yuk kerja keras bersama. Jadikan tahun 2017 ini, sbg tahun pembuktian atas usaha kita. Tahun kita mencari muka hanya di hadapan Tuhan dg kerja keras dan amalan terbaik yg kita bisa. Mumpung masih awal tahun, mumpung masih bisa utk memulai mewujudkan resolusi kita terhadap bisnis kita.
Yuk segerakan!
Aditya Nugroho
Akademi Pengusaha



Tidak ada komentar:
Write komentar