Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Januari 2017

Benarkah Wifi Berbahaya Bagi Tubuh Kita

Ternyata WiFi Tidak Berbahaya Bagi Kesehatan, Ini Buktinya!

Ketersediaan jaringan internet sudah menjadi kebutuhan penting bagi setiap orang. Fasilitas hotspot gratis (WiFi) pun menjadi penunjang untuk menenuhi kebutuhan tersebut.
Tak heran, jika ketersediaan fasilitas WiFi pada lokasi-lokasi publik terus meluas dari tahun ke tahun. Mulai dari taman, perpustakaan, restoran, kampus, bandara, dan fasilitas umum lainnya. Beberapa di antaranya bahkan dapat diakses secara cuma-cuma.



Bahaya WiFi Hoax atau Benar? Ini Penjelasannya!
Hotspot WiFi sendiri merupakan suatu area di mana suatu koneksi internet dapat berlangsung tanpa kabel. Namun, sempat timbul keraguan soal keamanan WiFi terhadap kesehatan. Bahkan, muncul rumor bisa menyebabkan kanker. Jangan biarkan pertanyaan seperti itu mengganggu kamu, dikutip dari Fossbytes, berikut penjelasannya.

WiFi Berbahaya? Benar atau Salah?
Gelombang radio telah membantu umat manusia karena kontribusi mereka dalam komunikasi, GPS, gadget, penelitian, dan lainnya. WiFi juga salah satu gelombang radio, yang hampir menggantikan ethernet dan menciptakan dunia nirkabel.



Ya, timbul perdebatan soal bahaya radiasi WiFi terhadap kesehatan yang menakut-nakuti orang. Namun, untuk saat ini kamu tidak perlu khawatir karena WiFi tidaklah berbahaya.

Sebelum Jaka membahas alasannya, untuk mendukung kesimpulan ini, mari kita bahas bersama tentang dua jenis radiasi yakni Pengion dan Non-pengion.

Radiasi pengion adalah jenis radiasi yang dapat menyebabkan proses ionisasi (terbentuknya ion positif dan ion negatif) apabila berinteraksi dengan materi. Jenis radiasi berbahaya ini termasuk partikel alpha, partikel beta, sinar gamma, sinar-X, dan neutron.
Jika kamu terkena radiasi pengion dalam jangka waktu lama, dapat membahayakan kesehatan kamu. Tingkat bahaya dari radiasi pengion ditandai menggunakan tanda trefoil dengan latar belakang kuning.
Sementara, radiasi non-pengion tidak membawa energi yang cukup untuk mengionisasi atom. Radiasi ini termasuk cahaya kasat mata, gelombang radio, dan infra merah.

Ya, jaringan WiFi adalah radiasi non-pengion. Artinya, WiFi tidak berbahaya bagi tubuh.

WHO Tidak Menemukan Bukti
Isu soal bahaya WiFi juga diselidiki oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menjawab spekulasi dan ketegangan seputar hal ini, WHO kemudian melakukan studi untuk memperoleh bukti ilmiah.
Disusul dengan pernyataan WHO, selama paparan berada di bawah frekuensi radio yang dapat ditoleransi, yaitu 0-300 GHz, tidak diketahui adanya efek terhadap kesehatan tubuh manusia. Namun, frekuensi radio yang melebihi batas tersebut tergolong tidak sehat.

WHO pun menyimpulkan bahwa "saat ini tidak ada bukti bahwa paparan medan elektromagnetik tingkat rendah berbahaya bagi kesehatan".
Jadi hingga kini kekhawatiran gangguan kesehatan akibat WiFi belum terbukti secara ilmiah. Bagaimana pendapat kamu?


Sumber : sarangtikus.com

Jumat, 20 Januari 2017

Mozilla Branding Diri Dengan Logo Baru

Sejak tahun 1998, merek Mozilla telah dikaitkan dengan logo dinosaurus godzilla-seperti. Sementara perusahaan lain (dan browser) telah datang dan pergi dinosaurus Mozilla tetap, sampai kemarin.



MoMozilla resmi memulai debutnya logo baru, setelah proses yang terbuka intensif yang membantu untuk memilih merek baru. Tentunya logo baru merupakan langkah maju jauh dari dinosaurus kuno, tapi itu tidak sepenuhnya jenis yang unik dari merek-merek baik.

Proyek Curl open source memiliki logo agak mirip sebenarnya.Bukan berarti ada sesuatu yang salah dengan Mozilla mendasarkan 'logo baru pada keriting, tapi itu sangat disayangkan bahwa Mozilla tidak memilih sesuatu yang lebih - yang unik.



Yang mengatakan, logo baru adalah refleksi yang lebih baik dari misi web yang Mozilla selalu memiliki - meskipun Mozilla telah membatalkan lebih proyek di waktu, daripada kebanyakan perusahaan akan pernah memulai (Firefo xOS siapa?).

I untuk satu tidak akan melewatkan logo dinosaurus, meskipun tentu saja satu tahun dari sekarang saya kira saya akan merasa sedikit lebih nostalgia untuk itu, banyak cara yang sama saya merasa tentang logo Netscape asli. Mozilla dinosaurus sekarang punah dan sudah waktunya bagi kita semua untuk melanjutkan.

Kamis, 12 Januari 2017

Pentingnya Medsos Dalam Bisnis Usaha Online



Sebagian besar masyarakat kian hari kian sadar akan media sosial bagi pertumbuhan bisnisnya. Ada yg baru nyemplung di online dan langsung kepincut dg online. Ternyata online begitu seksi dan menawan untuk mencari uang. Kenapa gak tau dari dulu, hehehe....



Yang saya lihat, banyak yang kemudian mencari cara untuk terus mengembangkan bisnisnya. Ada yang rutin sharing di facebook, ada yang rajin upload foto di instagram, ada yang gencar bikin toko online, ada yang sering brodchase lewat BBM. Ada yang sibuk dengan channel telegram, ada yang gesit dalam twit-twit di twitter. Bahkan ada yang konsisten untuk terus blasting di email marketing.

Kalo kita perhatikan, kesemua nya ini penting. Tapi gak semuanya ini bisa kita lakukan berbarengan, terlebih utk temen2 yg baru merintis bisnis, menjadi single fighter di bisnisnya. Admin iya. Packing iya. Antar paket iya. Input resi iya. Marketing iya. Keuangan iya. Digital marketing strategist iya. Ngiklan di fb ads iya. Desain iklan iya. Bikin copywriting iya. Dan semua kerjaan semuanya iya.

Derita kita nih para pebisnis pemula. Hahaha. Mau ambil karyawan masih ragu, omset belum tinggi profit belum melejit. It's okay. Tapi ketika serius dg target, maka hire karyawan dan menempatkannya dlm posisi yg siap mendorong bisnis kita lebih kencang melaju, akan terasa mudah.

Nah, dari kesekian banyak channel marketing, baik itu yg bisa berjualan dg soft selling, hard selling bahkan covert selling, semuanya akan saling menopang. Saling support. Saling memperbesar peluang dlm memperbesar leads atau calon customer anda.

Siapa yg bisa menyangka, klo tiba2 amerika kena gempa atau tsunami sebesar aceh, trus kantor fesbuk, google, semuanya hancur tak bersisa. Apa kehidupan anda akan berhenti karena anda gak bisa jualan? Atau tiba2 kantor twitter atau pusat nya telegram mengalami kebangkrutan dan tutup, apa iya kita juga harus ikut bangkrut dan tutup?

Lalu bagaimana solusi nya? Perbanyak channel marketing kita. Agar semuanya saling support, saling backup, saling melindungi dan jadi bantalan ketika satu dan lain hal, yg ada diluar kendali kita terjadi.

Sayapun baru memulai. Melek online di september 2016, membuat sy harus berlari ekstra keras menyusul para mastah yg udh duluan. Izinkan aku berguru padamu mastah-mastah. Fesbuk sudah, telegram baru mulai, instagram belom diisi, twitter baru bkin, email marketing baru join dan sekian banyak PR yg memang harus kita selesaikan.

Yuk kita targetkan, setahun dari skrg, atau maksimal akhir tahun ini, di desember 2017 kita sudah memiliki:
- akun fesbuk dg friendlist penuh 5000 orang dan follower tembus diatas 25ribu
- group fesbuk dg anggota tembus diatas 80ribu member
- telegram dg member diatas 50k orang
- list email tembus diatas 100k email
- instagram dg follower tertarget diatas 100k follower
- toko online, yg punya customer dengan database lebih dari 100k pelanggan

Ketika kita memang memiliki banyak channel marketing, akan ada banyak hal yg bisa kita lakukan demi mendongkrak bisnis kita. Yuk kerja keras bersama. Jadikan tahun 2017 ini, sbg tahun pembuktian atas usaha kita. Tahun kita mencari muka hanya di hadapan Tuhan dg kerja keras dan amalan terbaik yg kita bisa. Mumpung masih awal tahun, mumpung masih bisa utk memulai mewujudkan resolusi kita terhadap bisnis kita.

Yuk segerakan!

Aditya Nugroho
Akademi Pengusaha

Selasa, 20 Desember 2016

HomeTeknoInternet UKM Indonesia yang Melek Strategi Pemasaran Online Baru 10 Persen


Sekalipun dampaknya signifikan, prakteknya usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia yang mengadopsi pemasaran secara online masih minim.




Product Marketing Manager SMB Google Indonesia, Fida Heyder mengatakan, survey firma bisnis Deloitte pada 437 UKM menunjukkan, UKM daring dapat menghasilkan pendapatan 80% lebih tinggi dibandingkan pelaku konvensional. Selain itu, terdapat potensi kesempatan kerja 1,5 kali lebih besar.

"Namun di Indonesia, baru 10 persen dari kisaran 60 juta UKM yang sudah memasarkan produk secara online. Padahal pertumbuhan internet di Indonesia termasuk paling tinggi di dunia. Pada 2015 baru 92 juta orang yang mengakses internet, dan tahun 2020 diperkirakan 215 juta netizen," katanya di Bandung, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, data lanjutan Google Indonesia menunjukkan, hampir 43 persen pengakses internet menggunakan smartphone disusul desktop (15 persen) dan tablet (4 persen). Jumlah pembeli daring pada 2015 lalu diperkirakan masih 18 juta orang.

Fida mengatakan, situasi makro tak jauh beda dengan negara berkembang lainnya seperti India. Akan tetapi, pembedanya terletak pada jumlah UKM yang sudah memasarkan produk secara online, sehingga total volume transaksi juga lebih besar di negara tersebut.

"Dengan internet, pembeli otomatis meluas, tidak terbatas di wilayahnya. Kita jadi bicara pasar global, produk bisa dibeli dari manapun selama akses internet dan informasinya lengkap," sambungnya.

Dia menyebutkan fitur Google Bisnisku dan Google Trends memudahkan sebuah UKM untuk mengarahkan pembeli dalam menjangkau produk dan atau jasa mereka. Dari mulai urutan di posisi teratas dan mencolok pada mesin pencari Google.

Juga, kata dia, akan tertera detil operasional UKM seperti alamat lengkap, jadwal operasional, peta, hingga ulasan konsumen tentang produk/jasa UKM.

Bahkan, layanan tersebut juga sudah dilengkapi dengan aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store guna membantu UKM mengontrol statistik pelanggan. Waktu, lokasi akses, hingga jumlah akses bisa dilacak secara gratis selama UKM tersebut sudah terverifikasi Google.

"Sebagai konsumen, kita bisa lihat dengan kata kunci 'cari restoran dekat sini', 'kafe dekat sini', pemiliknya pun bisa merespon dengan cepat," pungkas Fida.


Sumber : http://tekno.liputan6.com/