Rabu, 11 Januari 2017

Hati-hati, Kutu Juga Sangat Berbahaya dan Mematikan

Kedua orang tua Collin, Dillon dan Stephanie melihat Collin tiba-tiba tidak bisa duduk dan sulit untuk berjalan. Collin pernah jatuh dan kepalanya terbentur malam sebelumnya saat bermain di pertandingan bisbol saudaranya. Tapi dia bangkit dan terus bermain kembali. Sehingga orang tuanya tidak terlalu khawatir tentang hal itu.



Mereka cukup yakin anak mereka tidak mengalami gegar otak.
Tapi jelas ada sesuatu yang salah. Mereka mengantar Collin ke ruang gawat darurat, untuk melakukan tes apakah dia memiliki cedera otak atau tidak.

Tes tersebut menunjukkan bahwa tidak ada cedera atau gagar otak di kepala Collin. Namun, kondisi Collin terus memburuk.
Dia tidak bisa menggerakkan leher ke bawah dan mengalami kesulitan makan dan minum.

Orang tuanya meminta Collin untuk dirujuk ke rumah sakit anak-anak di kota besar. Namu sungguh sangat tak terduga. Dokter mengatakanbahwa Collin akan memiliki serangan jantung mendadak yang bisa menyerangnya 30 menit kemudian.

Sebuah tim ahli saraf dan spesialis penyakit menular memeriksa Collin dan menemukan tanda adanya kutu di belakang telinganya. Segera setelah kutu itu telah diambil, Collin mulai mendapatkan kembali mobilitasnya.

Menurut Dr Travis Stork menjelaskan bahwa gigitan kutu pada umumnya tidak seperti itu. Gigitan kutu yang menyebabkan kelumpuhan adalah reaksi langka. Dia mencatat kondisi ini tidak berhubungan dengan penyakit Lyme, yang juga disebarkan oleh kutu.

Dia menyatakan itu adalah gejala kranial (Ascending Paralysis).
"Neurotoxin ini menggantung di kelenjar ludah kutu," kata Dr. Travis
"Jadi ketika kutu sedang makan, neurotoxin masuk ke dalamnya, dalam kasus ini darah Collin yang mengarahkannya ke pada gejala kranial (Ascending Paralysis), yang awalnya dimulai dari kaki dan ketidakmampuan untuk berjalan. "

Ternyata gigitan kutu juga dapat membawa dampak yang sangat berbahaya ya.

Tidak ada komentar:
Write komentar


Recommended Posts × +