"Aku Si Lelaki Yang Tak Romantis Namun Setia Penghujung Kehancuran", ya mungkin itulah yang tepat untuk sebuah judul untuk postingan kali ini.
Pacaran adalah sebuah hubungan pasangan kekasih antara laki-laki dan perempuan yang di jalankan atas dasar suka sama suka, ya itu yang saya alami selama ini.
Sudah beberapa kali menjalani sebuah hubungan namun berakhir sama, yaitu "Putus". Entah alasan apa itu yang jelas berawal dari sebuah hal sepele yang tak bisa di selesaikan baik-baik sehingga memperuntukan kita untuk menghentikan/memutuskan sesbauh hubungan yang selama ini kami jalani. Memang sedih, hati serasa di sayat kala membayangkan moment saat kami bersama. Butuh beberapa bulan, bahkan tahun untuk melupakan semua kenangan yang sudah terjadi.
Namun seiring berjalannya waktu, saya bertemu dengan seorang wanita yang awalnya tidak saya sukai sama sekali, Riska Dwi Pratiwi namanya. Dia adalah wanita riang yang murah senyum, walau badannya bulet tapi cantik dan selalu membuat hatiku tersenyum. Dia adalah seorang perawat di rumah sakit Bandung yaitu "Santosa International Hospital". Dia memang lahir di Bandung, kesehariannya sebagai perawat membuat dia suntuk dan entah rencana apa yang Alloh buat sehingga kai di pertemukan di kampung halamanku yaitu di Pangandaran.
Kala itu dia, Riska yang awalnya saya panggil neng berlibur ke Pangandaran bersama keluarganya, dia meminta bantuan saya untuk mencarikan sebuah penginepan untuk bermalam dan berlibur bersama keluarganya. Setelah dapat saya langsung rekomendasikan dia untuk menginap di rumah teman saya yaitu di Pondok Dona, karena menurut saya penginapan ini murah, nyaman dan bersih, fasilitasnya pun menunjang.
Sehari setelah bermalam dia meminta saya untuk menemani mencari makanan khas Pangandaran, yang awalnya dia memang sudah tau yaitu "Pindang Gunung". Kamipun membelinya di rumah makan sederhana namun menyajikan hidanga kumplit khas pantai yaitu di Rumah Makan Teh Ade, rumah makan langganan saya yang rasanya sungguh nikmat. Buat kalian yang pengin coba bisa deh dateng langsung, alamanya di Jl. Pantai Timur Depan Hotel Pamordia, nanti ada ko plang bannernya bertuliskan RM Teh Ade.
Kembali pada cerita awal hehe ... ya setelah kami makan kamipun kembali ke penginapan, namun saat di perjalanan dia meminta saya untuk mengantarnya ke sebuah toko, tepatnya menyuruh saya menemani dia berbelanja pakaian untuk oleh-oleh, dan setelah berbelanja kami kembali ke penginepan untuk mengantar dia pulang. Tanpa terasa 2 haripun berlalu, dia dan keluarganya kembali ke Bandung dan tak lupa dia pun pamit pada saya walau lewa pesan BBM.
Sejak itu kami selalu berkomunikasi, bahkan foto-foto saya di instagram selalu dia komen dan dia like, tak terasa 2 bulan berlalu, dan kami terus berkomunikasi karena menurut saya dia baik dan selalu nyambung saat berhubungan via ponsel. Entah ketagihan atau apa, tiba-tiba dia ingin berlibur kembali ke Pangandaran namun kali ini dia sendiri tanpa keluarganya, sayapun senang karena bisa ketemu lagi sama dia. Tak di sangka ternyata dia jatuh hati pada saya, yang awalnya saya ragu karena dia orang kaya dan saya orang
sederhana, tapi karena dia bisa meyakinkan saya akhirnya saya terima, walau saya belum begitu suka namun sudah tertarik karena dia sudah membuat saya nyaman.
Hubungan kami berlanjut dan tak terasa 6 bulan sudah berlalu, kami berhubungan jarak jauh antara Pangandaran dan Bandung, sudah waktunya saya untuk mengenal keluarga dia dan kala itu saya meminta dia untuk mengenalkan saya pada keluarganya, namu apa jawabannya ???
"Sabar yah a, belum waktunya ,,,, nanti pasti neng kenalin ko sama keluarga, kita jalani ajah dulu kaya biasanya" dengan berat hati sayapun menjawab "ia neng, dengan raut senyum"
"Aa main sini ke Bandung nanti neng ajak jalan-jalan ungkapnya dengan senyuman manis yang selalu membuat hati saya luluh" akhirnya sayapun main ke Bandung.
Begitu seterusnya kala saya sedang libur kerja saya selalu main ke Bandung dan diapun main ke Pangandaran. Delapan bulan berjalan hati ini semakin yakin kalo dia adalah wanita terbaik yang alloh kirimkan untuk saya. Ahirnya saya benar-benar jatuh cinta pada wanita asal Bandung ini yang sejak awal gak pernah disangka-sangka bisa kenal.
Tak terasa setahun berjalan dan saya kembali menanyakan padanya untuk memperkenalkan pada keluarganya, namun kali ini jawaban dia benar-benar membuat hati saya menangis,
"Aa maafin neng yah, ini semua salah neng, selama ini gak pernah ngenalin aa ke keluarga, neng juga gak nyangka kalo keluarga sudah menjdohkan neng dengan laki-laki yang neng sendiri gak menyukainya,,, mau nola tapi neng takut sama keluarga" Badan sayapun lemas mendengarnya, berniat untuk mundur namun dia meminta saya untuk menunggu dengan rencananya untuk membatalkan sebuah pertunangan yang gak lama lagi bakal di laksanakan. Karena saya sudah benar-benar mencintainya dan ingin sekali menikahinya saya menjawab untuk menunggu dan memilih setia pada dia. Kami terus menjalankan sebuah hubungan ini, hubungan yang membuat saya kurang nyaman namun saya pertahankan karena dia wanita yang benar-benar saya sayangi dan saya cintai.
Merasa seperti simpanan atau lebih tepatnya sebagai selingkuhan padahal saya adalah pacar yang sebenarnya, namun apa boleh buat bertahan dan setia adalah hal yang harus saya pilih. Menunggu sekian lama dan hampir mendekati tahun ke 2 namun apa yang terjadi, SETIA ADALAH HAL YANG SALAH BAGI SAYA, dia menjauh dan lebih memilih mencari laki-laki lain,,, itulah yang saya alami, ya itu mungkin cerita singkat kehidupan saya pribadi yang saya pos pada postingan kali ini, masih banyak cerita-cerita yang gak bisa saya ceritain karena memang sangat pribadi dan gak seharusnya saya ceritakan.
Pada intinya kesetiaan hanya akan membuat sakit, pesan saya kalo kenal cewe atau mau pacaran pilih yang mau ngenalin sama orang tuanya, gak enak pacaran di belakang, sembunyi kaya maling.
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mendukung saya untuk tetap move on. ππ



Tidak ada komentar:
Write komentar